isi dong!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

Meskipun Pengadilan Atas Dirinya Belum Selesai – Wilders Kembali Menyerang Muhammad

Meskipun Pengadilan Atas Dirinya Belum Selesai – Wilders Kembali Menyerang Muhammad

wilders1
Pengadilan Belanda, Rabu lalu memutuskan untuk meneruskan pemeriksaan terhadap pemimpin Partai Kebebasan Belanda, Geert Wilders, atas tuduhan menebarkan kebencian dan diskriminasi terhadap orang-orang Muslim, ketika ia menyebut Al Quran mirip dengan buku Mein Kampf-nya Hitler; dan menyebut kitab suci umat Muslim itu sebagai sebuah “buku fasis”.
Perlu dipahami bahwa pemeriksaan lanjutan dilakukan setelah jaksa penuntut secara esensial telah ‘melemparkan handuk’ pada Oktober tahun lalu. Radio Netherlands Internasional melaporkan:
Pengadilan atas Geert Wilders sebenarnya sudah berakhir. Jaksa publik telah memanggil para politisi populis untuk menghentikan semua tuduhan. Pengadilan itu sendiri akan dilanjutkan, tetapi sekarang semuanya sudah menjadi sebuah anti-klimaks.
Dalam kurun waktu dua hari argumentasi yang penuh dengan intrik, jaksa penuntut mengatakan kepada pengadilan bahwa mereka tidak menemukan satupun bukti yang menunjukkan Mr Wilders telah melanggar hukum.
Sidang ditunda hingga 13 April 2011. Keputusan hakim diharapkan sudah keluar pada bulan Juni.
Sementara itu dalam sebuah perkembangan terpisah, sekurangnya terpisah dari kasus pengadilan yang saat ini ia jalani, Wilders hari ini kembali melakukan serangan terhadap Muhammad, dengan sebuah tulisan yang sangat keras, yang dipublikasikan di majalah Belanda “HP/De Tijd.”
Tulisan itu akan membuat orang-orang Muslim di Netherland dan dunia akan menjadi sangat marah. Wilders mengutip sumber-sumber yang menyebut Muhammad sebagai seorang yang “narsis, pedofil, pembunuh massal, teroris, bejat, penuh nafsu birahi, seorang pemimpin bidat, gila, pemerkosa, penganiaya, pembunuh dan penjarah…” Di samping sebagai seorang psikopat yang suka berhalusinasi.

Saatnya untuk membuka topeng Muhammad

Oleh Geert Wilders
Untuk mengetahui mengapa Islam adalah sebuah bahaya yang mematikan, seseorang tidak hanya harus mengamatinya dari Quran, tetapi juga melalui karakter Muhammad, yang melahirkan Quran dan Islam.
Quran bukan hanya sebuah buku. Orang Muslim percaya bahwa Allah sendiri yang menuliskan buku ini dan bahwa buku ini didiktekan kepada Muhammad dalam versi aslinya, yaitu Umm al-Kitab, yang disimpan dalam sebuah meja di surga. Sebagai konsekuensi, orang tidak bisa berbantahan dengan isinya. Siapa yang berani memperlihatkan ketidaksetujuannya dengan apa yang ditulis oleh Allah sendiri? Ini menjelaskan perilaku para pengikut Muhammad, dari kekerasan saat melaksanakan jihad hingga kebencian dan penganiayaan yang mereka lakukan terhadap orang-orang Yahudi, Kristen dan orang-orang Muslim lainnya, serta mereka yang murtad. Apa yang kita anggap sebagai hal yang abnormal di Barat, sepenuhnya normal bagi Islam.
Masalah kedua yang tak kurang pentingnya mengenai Islam adalah, berkaitan dengan figur Muhammad. Ia bukan hanya seseorang. Dia adalah seorang al-insan al-kamil, manusia yang sempurna. Untuk menjadi seorang Muslim, seseorang harus mengucapkan kalimat syahadat (pengakuan Muslim). Dengan mengucapkan syahadat, seseorang menyaksikan bahwa tidak ada tuhan yang bisa disembah kecuali Allah, dan dia bersaksi bahwa Muhammad itu adalah utusan dan pelayannya Allah.
Quran, dan juga Allah, meletakkan dasar bahwa kehidupan Muhammad harus diimitasi. Konsekuensi dari hal ini menjadi sesuatu yang menghebohkan, dan bisa kita saksikan setiap hari.
Ada banyak analisa mengenai kegilaan mental Muhammad. Namun kendati ada banyak riset yang dilakukan, sangat jarang hal itu disebut atau diperdebatkan. Dianggap sebagai sebuah tabu jika mendiskusikan natur dari seorang pria yang diyakini sebagai seorang rasul suci dan contoh yang harus diikuti oleh sekitar satu setengah milyar manusia. Tabu itu harus diputuskan di Barat dan di sini di Netherlands.
Ali Sina adalah seorang eks Muslim dari Iran yang mendirikan organisasi untuk orang-orang yang murtad dari Islam yaitu Faithfreedom International. Dalam bukunya yang terakhir, ia menjelaskan bahwa Muhammad itu adalah seorang narsis, pedofil, pembunuh massal, teroris, bejat, penuh dengan nafsu birahi, pemimpin bidat, seorang pria gila, pemerkosa, penganiaya, pembunuh dan perampok(*). Sina telah menawarkan 50.000 dollar bagi mereka yang bisa membuktikan hal yang sebaliknya mengenai Muhammad. Sampai sekarang tak ada seorang pun yang memenangkan tawarannya itu. Dan hal ini tidak mengherankan, sebab deskripsi yang ia buat sesungguhnya bersumber dari teks-teks Islam sendiri seperti hadis, yang mendeskripsikan kehidupan Muhammad dari kesaksian-kesaksian orang-orang yang hidup pada zamannya.
Muhammad yang historis adalah pemimpin biadab dari sebuah gang para perampok dari Medina. Tanpa segan-segan mereka menyerang, memperkosa dan membunuh. Sumber-sumber mendeskripsikan kegilaan dan kekejaman Muhammad serta anggota-anggota gang rampoknya (Muslims), dimana ratusan leher orang dipenggal, tangan dan kaki dipotong, mata dicongkel, seluruh anggota suku dibinasakan. Sebuah contoh adalah punahnya suku Yahudi Qurayza di Medina pada tahun 627. Salah seorang dari mereka yang memenggal kepala orang-orang Yahudi ini adalah Muhammad sendiri. Para wanita dan anak-anak dijual sebagai budak. Jika kita mengkonfrontir kegilaan para teroris Islam hari ini, tak sulit untuk menemukan dari mana kegilaan itu bersumber.
Di Viena, aktivis kanan wanita, Elisabeth Sabaditsch-Wolff, baru-baru ini didenda karena menghina Islam dan menyebut Muhammad itu seorang pedofil. Tetapi itu adalah pernyataan yang benar. Ada banyak hadis yang berisi kesaksian dari isteri favorit Muhammad, Aisha. Secara literal Aisha mengatakan:”Nabi menikahiku ketika aku berusia enam tahun, dan melakukan hubungan seks denganku saat aku berusia sembilan tahun.”
Berdasarkan ahli sejarah Theophanes (752-817), Muhammad adalah seorang penderita epilepsi. Penyakit ini terkadang diiringi dengan halusinasi, keringat di kening dan mulut berbusa, gejala-gejala yang sama yang terlihat pada diri Muhammad saat ia mengklaim mengalami penglihatan-penglihatan.
Dalam bukunya, “The Other Muhammad” (1992), psikolog Flemish, dr. Herman Somers, menyimpulkan bahwa pada usia empat puluhan tahun, “Nabi” mulai menderita penyakit yang disebut akromegali, sebuah kondisi yang disebabkan oleh sebuah tumor di kelenjar pituitary, sebuah kelenjar kecil yang terletak tepat di bawah otak. Saat tumor di kelenjar pituitary menyebabkan tekanan yang terlalu besar dalam otak, maka orang mulai melihat dan mendengar hal-hal yang sesungguhnya tidak ada. Psikopatologi Sommer mendiagnosa kondisi Muhammad sebagai: menderita halusinasi organis dengan karakteristik paranoid.
Sejarawan medis Jerman, Armin Geus, menyebut sebuah halusinasi paranoid sebagai schizophrenia. Analisa yang mirip bisa ditemukan dalam buku “The Medical Case of Muhammad” yang ditulis oleh seorang dokter yang bernama Dede Korkut.
Dalam bukunya “Psychology of Mohammed: Inside the Brain of a Prophet”, Dr. Masud Ansari menyebut Muhammad sebagai sebuah “personifikasi sempurna dari seorang psikopat yang berkuasa”. Muhammad memiliki sebuah personalitas paranoid dengan sebuah masalah inferioritas dan kecenderungan megalomania. Dalam usia empat puluhan, ia mulai melihat visi-visi yang membawanya pada keyakinan bahwa ia memiliki sebuah misi kosmis, dan tak ada yang bisa menghentikannya.
Kebenaran tidak selalu menyenangkan atau benar secara politik. Berdasarkan riset sebagaimana yang telah dipaparkan di atas, pengakuan Islam yang diwajibkan terhadap satu setengah milyar manusia di seluruh dunia, termasuk satu juta yang hidup di Netherlands, yang melihat Muhammad sebagai teladan mereka, adalah hal yang bisa diperdebatkan. Sayangnya, tak ada kata berpaling saat seseorang telah menjadi seorang Muslim. Kendati artikel ke-18 Deklarasi Universal Hak-Hak Manusia menyatakan bahwa setiap orang mempunyai hak untuk “mengganti agama atau keyakinannya,” tetapi dalam Islam, konsekuensinya adalah hukuman mati bagi Muslim yang berani mengganti iman mereka.
Setiap orang yang menyuarakan kritik terhadap Islam dan Muhammad, akan berada dalam bahaya yang sangat besar, sebagaimana yang saya alami. Dan barangsiapa mencoba untuk keluar dari pengaruh Islam dan Muhammad, beresiko kehilangan nyawa. Kita tidak bisa terus menerus menerima hal ini. Sebuah debat publik mengenai natur dan karakter Muhammad yang sebenarnya, bisa menyediakan pemahaman dan dukungan bagi orang-orang Muslim di seluruh dunia, yaitu mereka yang ingin meninggalkan Islam.
Orang-orang yang murtad adalah para pahlawan, dan lebih dari pada itu, mereka sangat pantas untuk didukung oleh orang-orang dari seluruh dunia, yang mencintai kebebasan. Partai-partai politik seharusnya tidak menjadikan ini permainan politik demi meraih dukungan publik. Inilah saatnya bagi kita menolong para murtadin tersebut untuk mengekspos Muhammad.
Geert Wilders adalah seorang anggota Parlemen di Belanda. Ia adalah Ketua Partai untuk Kebebasan (PVV).

Artikel Akar Teroris Islam

Artikel Akar Teroris Islam

teroris_terorist
Teroris
Sebuah artikel menarik yang membahas akar gerakan teroris Islam berdasarkan sejarah perkembangan Islam. Sebuah artikel yang membuka mata yang ditulis dengan jujur berdasarkan sumber-sumber muslim yang diakui otoritasnya.
Penulisnya adalah Abul Kasem, seorang ex Muslim, kelahiran Bangladesh.
Sebuah tulisan yang membukan mata bagi setiap pembaca.
Tulisan dapat di download atau di baca di sini : LINK
Bagian I
Peringatan: essay ini terbagi dalam 20 bagian; isinya mungkin dapat membuat sebagian pembaca tersinggung. Penulis tidak bertanggung jawab jika ada pembaca yang merasa marah, tersinggung, terganggu atau terhina setelah membaca serial ini. Anda telah diperingatkan. Silakan terus baca, resiko tanggung sendiri.
‘Mereka bilang kami teroris? Mereka betul — tentu saja kami teroris. Ini memang mata pencaharian kami’—Khalid Shaikh Muhammad
Garis Besar
Artikel ini menyelidiki penerapan taktik teror yang digunakan sekitar 1.400 tahun yang lalu oleh para Jihadis Islam pertama untuk merampas barang jarahan dan jadi cepat kaya melalui perampokan. Tujuan utama esay ini adalah untuk mengetahui apakah ada hubungan langsung antara Modus Operandi para Jihadis (baca teroris Islam) di jaman Muhammad dan Jihadis jaman sekarang.
Ada 100 kasus pertempuran bersenjata yang diselidiki sebabnya, waktunya, tempatnya dan orang2 yang terlibat. Hasil detail penyelidikan ini ternyata sangat mengganggu perasaan, membuat orang jadi tercenung. Dari hasil ini tampak jelas, tanpa keraguan sedikit pun, kesamaan yang menggiriskan antara pejuang2 Islam di jaman Muhammad dan di jaman ini. Hampir semua kasus pertempuran, terkecuali dua atau tiga, terjadi karena serangan2 teroris agresif oleh prajurit2 Muslim. Jihadis Islamlah yang selalu memulai penyerangan, di banyak kasus tanpa ada alasan atau gangguan yang nyata. Serangan teror yang dilakukan prajurit Muslim dengan buas ini termasuk pembantaian, pemusnahan ras, pengusiran ras, pembunuhan atas balas dendam, pembunuhan karena alasan politik, dan di banyak kasus, semata-mata perampokan dan penjarahan belaka. Muhmmad melakukan serangkaian teror dan penjarahan untuk menghadiahi pengikut2nya dengan barang2 jarahan yang mudah dirampas seperti tanah, harta benda, wanita, budak. Kegiatan teror dan perampokan ini membuat para Jihadis itu kaya, dapat membiayai sendiri dan ini sangat penting bagi berdirinya kekuasaan Islam di seluruh Jazirah Arabia. Jangan salah mengerti akan hal ini.
Kebanyakan penulis biografi Muhammad menulis laporan panjang tentang perang2 yang terkenal antara prajurit Muslim dan prajurit2 non-Muslim. Perang2 besar ini berjumlah sekitar tiga belas dan semuanya ditulis dengan lengkap oleh ahli2 sejarah. Akan tetapi, justru pertempuran2 yang kecil yang merupakan kejadian2 yang paling penting untuk mengungkapkan seberapa besar kebuasan, kekejaman, sifat barbar, keserakahan tanpa batas, penjarahan, kelicikian dan nafsu seks yang tak terpuaskan dari orang2 Islam baru. Ini adalah penemuan yang mengejutkan dan tadinya dirahasiakan baik2 diantara orang2 Islam. Sebenarnya agak menyedihkan kalau diingat hanya sedikit sekali ahli sejarah yang berusaha menyelidiki detail dari kegiatan2 teror yang “kecil” dan “tak penting” ini.
Banyak hukum Sharia yang kejam ditulis berdasarkan contoh2 yang ditetapkan Muhammad dan pengikutnya selama melakukan serangkaian perang dan teror berdarah. Banyak ayat2 Qur’an yang berhubungan dengan kejadian2 perang ini. Sejak keberadaan hukum Sharia dan Qur’an adalah mutlak dan utuh untuk selamanya, maka tidak ada harapan isinya dirubah agar kelihatan lebih damai.
Artikel panjang ini berdasarkan keterangan yang dikumpulkan dari berbagai sumber informasi Islam yang sempurna. Tapi, pertama-tama, tentunya kiita musti sadar bahwa informasi “sempurna” ini telah disensor, disaring, dibersihkan, dicucihamakan dengan teliti dan segala elemen yang ‘jelek’ atau ‘mengerikan’, telah dibuang sebisa mungkin sebelum dipublikasikan untuk umum. Meskipun begitu, kita tetap saja menemukan informasi/kejadian yang mengejutkan, sukar dipercaya, dan barbarik yang tersembunyi dalam2 di buku2 Islam yang autentik. Jika kebebasan informasi diterapkan dan tidak ada sensor dalam terjemahan informasi Islam bahasa Inggris, bayangkan bagaimana isinya yang asli. Penemuan yang menyeramkan dalam penyelidikan ini ditemukan di kumpulan Hadis Sahih yang diterjemahkan dalam bahasa Inggris yang membuat Islam benar2 tampak sebagai agama penuh teror dan orang2 Bedouin memang benar2 barbar. Untuk benar2 dapat informasi lengkap, orang harus baca Hadis Sahih dalam bahasa Arab asli dan dalam bahasa Inggris. Upaya2 bedah plastik di buku2 Islam yang diterjemahkan dalam bahasa Inggris merupakan cara cerdik para ‘dokter’ Islam untuk menipu dunia tentang isi Islam yang sebenarnya karena semua orang sangat ragu untuk percaya bahwa Islam adalah agama damai.
Pada akhirnya, penelitian ini membawa penulis pada kesimpulan bahwa Islam dan terorisme tidak dapat dipisahkan. Akar teror a la Islam memang adalah inti ajaran Islam. Perintah ini tertanam dalam2 di khotbah, perintah, keputusan, inspirasi, praktek dan contoh2 yang dilakukan oleh Muhammad dan juga para pengikutnya jaman ini, yang hidup dengan pedang menyebar teror dan menggunakannya sebagai senjata yang paling manjur untuk menundukkan musuh yang merintangi usahanya. Jika seorang Muslim mengikuti “Islam Sejati”, yang tidak disensor, asli Islam yang dikhotbahkan dan dipraktekkan oleh Muhammad, orang itu tidak bisa tidak akan jadi teroris.
LINK download : Akar Teroris Islam
B I B L I O G R A P H Y
Tidak seperti tulisan lain yang umumnya meletakkan bibliografi di bagian belakang, aku ingin meletakkan bibliografi di depan esay ini. Ini untuk memudahkan para pembaca. Pembaca yang serius harus dapat melihat bibliografi dengan mudah untuk memeriksa langsung dan memastikan.
“The Holy Qur’an,” the internet version of three English translations can be read at:http://www.usc.edu/dept/MSA/quran/]
Ali, Abdullah, Yusuf, “The Holy Qur’an: Translation and Commentary,” Amana Corp., Brentwood, Maryland, 1983.
“The Holy Qur’an,” translated by Maulana Sher Ali, Islam International Publications Ltd., Telford, Surrey, U.K., 1997.
“The Koran, “ Penguin Classic (1956), translated by N.J. Dawood, Penguin Books, London reprint, 1999.
“The Koran,” translated by J.M. Rodwell; first published in 1909; reissued by Phoenix Press, London, 1994.
Pickthall, Mohammad Marmaduke, “The Meaning of the Glorious Koran, Translation and Explanation”; reprinted by Adam Publishers & Distributors, New Delhi, India, 1996.
al-Hilali, Muhammad Taqi-ud-Din(Dr.) and Dr. Muhammad Muhsin Khan, “The Noble Qur’an Transliteration in Roman Script And English Translation of the Meanings,” Darussalam Publishers, Riyadh, Saudi Arabia, 1996. [The internet version of the English translation by these two modern translators can be read at: [ http://www.witness-pioneer.org/vil/ ]
Makhlaf, Ash-Shaikh Hasnain Muhammad, “Kalimatul Qur’an,” translated by Duraid & Faiz Fatouhi, Kitab Bhavan, 1784 Kalam Mahal, Daraya Ganj, New Delhi, 2nd. ed. 2002.
Abu Dawud, Sulayman b. al-Ash’ath, “Al-Sunaan,” a collection of Hadith, translated in English by Prof. Ahmad Hasan: [http://www.luc.edu/orgs/msa/abudawud/index.htm ]
al-Bukhari, Muhammad b. Ismail b al-Mughira, “Sahi al-Bukhari,” translated in English by Dr. Muhammad Muhsin Khan: [http://www.usc.edu/dept/MSA/fundamentals/hadithsunnah/bukhari/ ]
Muslim, Abu al-Hussain b. al-Hajjaj al-Qushairi, “Sahi Muslim,” translated in English by Adul Hamid Siddiqui: [http://www.usc.edu/dept/MSA/fundamentals/hadithsunnah/muslim/ ]
Malik, ibn Anas ibn Malik, Abdullah al-Asbahi al-Himyari, “Muwatta,” translated in English by A’sha Abdurrahman at-Tarjumana and Ya’qub Johnson: [http://www.usc.edu/dept/MSA/fundamentals/hadithsunnah/muwatta/ ]
Ibn Ishaq, Muhammad b. Yasr, “Sirat Rasul Allah,” translated in English by A. Guillaume; first published by Oxford University Press, London in 1955; fifteenth reprint by Oxford University Press, Karachi, Pakistan, 2001.
al-Mubarakpuri, Saifur Sahman, ”The Sealed Nectar (Ar-Raheeq al-Makhtum),” revised edition; translated in English from Arabic by Mahir Abu Dhahab, Darussalam Publishers, Riyadh, Saudi Arabia, 2002. [An older edition of this book can be read online at: http://www.witness-pioneer.org/vil/Book ... /index.htm ]
Ibn Sa’d, Abu Abd Allah Muhammad, “Kitab al-Tabaqat,” vol ii, translated in English by S. Moinul Haq, Kitab Bhavan; 1784, Kalan Mahal, Daraya Ganj, New Delhi, India, 1972.
al-Tabari, Abu Ja’far Muhammad b. Jarir, “Muhammad at Mecca,” vol. vi, translated and annotated by W. Montgomery Watt and M.V. McDonald, State University of New York Press, Albany, 1988.
al-Tabari, Abu Ja’far Muhammad b. Jarir, “The Foundation of the Community, Muhammad at al-Medina,” vol. vii, translated and annotated by M.V. McDonald and W. Montgomery Watt, State University of New York Press, Albany, 1987.
al-Tabari, Abu Ja’far Muhammad b. Jarir, “The Victory of Islam,” vol. viii, translated by Michael Fishbein, State University of New York Press, Albany, 1997.
al-Tabari, Abu Ja’far Muhammad b. Jarir, “The Last Years of the Prophet,” vol. ix, translated by Ismail K. Poonwala, , State University of New York Press, Albany, 1990.
Rodinson, Maxine, “Muhammad,” translated from French by Anne Carter; first published in 1971; The New York Press publication, 2002,
Muir, William, “Life of Mahomet” in four volumes, Smith, Elater & Co. London, 1861: [http://www.answering-islam.org/Books/Muir/index.htm ]
22. Haykal, Muhammad Hussain, “The Life of Muhammad,” translated by Isma’il Razi A. al-Faruqi: [http://www.witness-pioneer.org/vil/Books/MH_LM/default.htm ]
Dashti, Ali, “23 Years: A Study in the Prophetic Career of Mohammad,” translated from Persian by F.R.C. Bagley, Mazda Publishers, Costa Masa, California, 1994.
Hamidullah, Muhammad, “The Battlefields of The Prophet Muhammad,” 3rd. ed., Kitab Bhavan; 1784, Kalan Mahal, Daraya Ganj, New Delhi, India, 4th., reprint, 1992.
Hughes, Patrick Thomas, “A Dictionary of Islam;” first published in 1886; latest reprint by Kazi Publications Inc,, Chicago, 1994.
Ibn al-Kalbi, Hisham, “The Book of Idols (Kitab Al-Asnam),” translated in English by Nabih Amin Faris, Princeton University Press, 1952. [http://www.answering-islam.org/Books/Al-Kalbi/index.htm ]
al-Misri, Ahmed ibn Naqib, “Raliance of the Traveller (‘Umdat al-Salik),” revised edition, translated by Nuh Ha Mim Keller, Amana Publications, Bettsville, Maryland, 1999.
Hamilton, Charles, “Hedaya,” translated in English in 1870 from the Persian version; reprinted by Kitab Bhavan, 1784 Kalan Mahal, Daraya Ganj, New Delhi, 1994.
29. Doi, Abdur Rahman I.,” Shari’ah: The Islamic Law;” first published in London, in1984; Malaysia reprint by A.S. Noordin, G.P.O. Box No. 10066, 50704, Kuala Lumpur, 1998.
Fouda, Yosri and Nick Fielding, “Masterminds of Teror,” Penguin Books, Australia, 2003.
Selanjutnya : http://www.box.net/shared/uf2scna148

Islam Mengutuk Terorisme

| 12 comments ]
LEDAKAN bom di Hotel JW Mariott dan Ritz Carlton beberapa waktu lalu meninggalkan trauma yang cukup dalam. peristiwa itu juga mengingatkan kita pada serangkian teror bom yang telah terjadi di masa lalu, baik di Bali atau di Jakarta sendiri. Dan satu hal yang tidak bisa kita hindari adalah adanya opini yang mengaitkan peristiwa tersebut dengan Islam dan aktifitasnya. Dari hasil penyelidikan dan pengembangan, ada sekelompok orang yang terorganisiasi melakukan pengeboman dengan label Islam. Namun hal tersebut tidak bisa digeneralisir atas dasar Islam dan oleh aktivis Islam, apalagi sampai muncul istilah Islam militan, Islam garis keras, Islam fundamentalis, atau bahkan yang lebih buruk "ISLAM AGAMA TERORIS".

Sebagai umat Islam, kami sangat mengutuk serangan teroris di Jakarta pada 17 Juli 2009 dan di tempat-tempat lainnya, yang menyebabkan kematian dan cedera dari bagi orang-orang tak bersalah, dan kami turut berduka kepada kepada para korban.

Dan yang tak kalah penting bagi kita sebagai orang-orang yang mencintai kedamaian adalah tugas untuk menerangkan kepada seluruh dunia bahwa Islam sangat dan sangat mengutuk tindak terorisme. Karena Islam adalah agama perdamaian dan toleransi yang memerintahkan individu kepada rasa kasih sayang dan keadilan. Agama memerintahkan kasih sayang, kemurahan hati dan kedamaian. Teror, di sisi lain, adalah berlawanan dari agama; kejam, tanpa belas kasihan dan menumpahkan darah dan penderitaan. Ini yang menjadi perkara, asal mula dari tindakan terorisme harus dicari dalam ketidakpercayaan bukannya di dalam Agama.

Dengan demikian kata "Islam" dan "teror" tidak dapat berdiri berdampingan dan bahwa tidak ada agama yang mengizinkan kekerasan. Bahwa tidak ada ruang bagi terorisme dalam Islam. Ini diebutkan jelas dalam Al Qur'an, sumber utama Islam, dan dalam praktek yang memerintahkan semua kaum muslimin kepada kebenaran, Nabi Muhammad SAW yang mengedepankan diantara mereka.

Berikutnya mari kita ungkapkan dengan terang ayat-ayat Al Qur'an dan dengan contoh-contoh dari sejarah, bahwa Islam melarang terorisme dan bertujuan untuk membawa perdamaian dan keamanan ke seluruh dunia. 

Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi kepada kaum kerabat, dan Allah melarang dari perbuatan keji, kemungkaran dan permusuhan. Dia memberi pengajaran kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajaran. (QS. An Nahl : 90)

MORAL ISLAM : SUMBER KEDAMAIAN DAN KEAMANAN

Beberapa orang mengatakan bahwa sesuatu boleh dilakukan atas nama agama, kenyataanya, salahpaham bahwa agama dan buah hasilnya, prakteknya adalah salah. Oleh karena itu, ia akan menjadi salah dalam membentuk pemikiran agama dan orang-orang ini sebagai contoh. Cara yang terbaik dari pemahaman agama adalah kepada pembelajaran sumber ilahi.

Sumber ilahi Islam adalah Al Quran, yang didasarkan pada konsep-konsep moralitas, cinta, kasih sayang, kerendahan hati, berkorban, toleransi dan perdamaian. Seorang muslim hidup dari ajaran ini dalam arti akan lebih sopan, hati-hati, rendah hati, sederhana, adil, dapat dipercaya dan mudah untuk menerimanya. Dia akan menyebarkan cinta, hormat, keselarasan dan kegembiraan hidup di sekelilingnya.

Islam adalah Agama Damai

Teror, dalam arti luas, adalah kekerasan terhadap sasaran non-militer untuk tujuan politik. Untuk meletakkannya dengan cara lain, target dari teror adalah warganegara yang seluruhnya tidak bersalah kepada siapa yang hanya berbuat kriminal, dimata teroris, adalah untuk mewakili "sisi lain". Untuk alasan ini, teror berarti subjek orang tak bersalah kepada kekerasan, yang merupakan tindakan kehilangan pembenaran moral apapun. Ini, seperti dalam kasus pembunuhan yang dilakukan oleh Hitler atau Stalin, adalah kejahatan terhadap kemanusiaan.

Al Quran adalah Kitab yang diturunkan kepada orang-orang sebagai panduan ke jalan yang benar dan dalam kitab ini, Tuhan memerintahkan manusia untuk mengadopsi moral yang baik. Moralitas ini adalah berdasarkan konsep seperti cinta, rasa kasihan, toleransi dan kemurahan hati. Kata "Islam" berasal dari kata yang berarti "damai" dalam bahasa Arab. Islam adalah agama yang diturunkan kepada umat manusia dengan tujuan menghadirkan perdamaian melalui kehidupan yang tak terbatas rasa kasih dan rahmat nyata Allah di bumi. Allah memanggil ke semua moral orang Islam melalui rasa kasihan, rahmat, perdamaian dan toleransi yang dapat dialami seluruh dunia. Dalam Surat Al Baqarah, ayat 208, Allah berfirman berikut:

Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam keseluruhan, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu. (QS Al Baqarah : 208)

Ayat ini menjelaskan, keamanan hanya dapat dipastikan oleh "masuk ke dalam Islam", yaitu hidup dengan nilai-nilai Al Qur'an. Nilai-nilai dari Al Quran terus seorang Muslim bertanggung jawab untuk memperlakukan semua orang, nilai-nilai Al Quran menjaga seorang muslim yang bertanggung jawab untuk memperlakukan semua orang, baik muslim maupun non-muslim, baik hati dan adil, melindungi mereka yang memerlukan dan tak bersalah dan "mencegah penyebaran kerusakan". Kerusakan terdiri dari segala bentuk anarki dan teror yang menghapus keamanan, kenyamanan dan kedamaian. Allah berfirman dalam ayatnya : “……dan Allah tidak menyukai kebinasaan”. (QS. Al Baqarah : 205)

Membunuh orang tanpa alasan adalah salah satu contoh yang paling jelas dari kerusakan. Allah mengulangi perintah-Nya dalam Al Quran yang sebelumnya mengungkapkan ke orang-orang Yahudi dalam Perjanjian Lama :

Oleh karena itu Kami tetapkan (suatu hukum) bagi Bani Israil, bahwa: barangsiapa yang membunuh seorang manusia, bukan karena orang itu (membunuh) orang lain, atau bukan karena membuat kerusakan dimuka bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh manusia seluruhnya. Dan barangsiapa yang memelihara kehidupan seorang manusia, maka seolah-olah dia telah memelihara kehidupan manusia semuanya. Dan sesungguhnya telah datang kepada mereka rasul-rasul Kami dengan (membawa) keterangan-keterangan yang jelas, kemudian banyak diantara mereka sesudah itusungguh-sungguh melampaui batas dalam berbuat kerusakan dimuka bumi. (QS. Al Maa'idah : 32)

Ayat ini menerangkan, orang yang membunuh bahkan satu orang, "kecuali dalam balasan untuk orang lain atau menyebabkan kerusDalam kasus ini, jelas adalah dosa besar membunuh, pembunuhan secara besar-besaran dan penyerangan, diketahui dikenal sebagai "serangan buhuh diri", yang dilakukan oleh teroris.

Allah memberitahu kepada kita bagaimana muka terorisme kejam ini akan dihukum di akhirat pada ayat berikut:

Sesungguhnya dosa itu atas orang-orang yang berbuat zalim kepada manusia dan melampaui batas di muka bumi tanpa hak. Mereka itu mendapat azab yang pedih. (QS Asy Syuura:42)

Semua ini mengungkapkan bahwa tindakan organisasi teroris terhadap orang-orang tidak bersalah sepenuhnya bertentangan terhadap Islam dan in tidaklah mungkin bahwa setiap Muslim dapat pernah melakukan kejahatan seperti itu. Sebaliknya, umat Islam bertanggung jawab untuk menghentikan orang-orang ini, menghapus "kerusakan di bumi" dan membawa perdamaian dan keamanan untuk semua orang di seluruh dunia. Islam tidak dapat didamaikan dengan teror. Sebaliknya, ia harus menjadi solusi dan jalan untuk pencegahan teror.

ALLAH TELAH MENGUTUK KEJAHATAN

Allah telah memerintahkan orang-orang untuk menghindari melakukan kejahatan: penindasan, kekejaman, dan pembunuhan besar-besaran adalah sepenuhnya dilarang. Dia menjelaskan mereka yang tidak mentaati perintah-Nya sebagai "pengikut jejak Iblis" dan mengadopsi suatu sikap yang dinyatakan terbuka untuk berdosa dalam Alquran.

Beberapa dari sekian banyak ayat tentang hal ini dalam Al Qur'an :
.....Orang-orang yang merusak janji Allah setelah diikrarkan dengan teguh dan memutuskan apa-apa yang Allah perintahkan supaya dihubungkan dan mengadakan kerusakan di bumi, orang-orang itulah yang memperoleh kutukan dan bagi mereka tempat kediaman yang buruk (Jahannam). (QS. Ar Ra'd : 25)

.....Makan dan minumlah rezki (yang diberikan) Allah, dan janganlah kamu berkeliaran di muka bumi dengan berbuat kerusakan. (QS. Al Baqarah 60 )

Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi, sesudah (Allah) memperbaikinya dan berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut (tidak akan diterima) dan harapan (akan dikabulkan). Sesungguhnya rahmat Allah amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik. (QS. Al A'raaf : 56)
Dengan demikian Islam sangat mencintai kedamaian dan sangat mengutuk tindak terorisme karena Isalam di turunkan ke bumi adalah untuk menjadi rahmat bagi seluruh semesta "Rahmatul lil 'alamin". :)

Jihad Bukan Terorisme, Terorisme Bukan Jihad

Jihad Bukan Terorisme, Terorisme Bukan Jihad

Jakarta (SuaraMedia News) - Untuk kesekian kalinya, Indonesia menjadi korban pengeboman yang menggunakan modus bom bunuh diri. Terakhir, dua hotel berbintang di kawasan Mega Kuningan, Jakarta yang menjadi sasaran bom itu. Namun, ini tidak berarti Indonesia adalah sarang teror dan teroris. Indonesia hanyalah korban.
Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, KH Hasyim Muzadi, mengatakan Indonesia merupakan korban dari jaringan teror global. Menurut dia, ini yang harus diluruskan di mata dunia. “Teror itu biasanya datang dari luar. Bisa itu dilakukan sendiri, bisa saja melalui doktrin. Indonesia victim global teror!” katanya dalam acara Doa Bersama Lintas Agama, di Belagio Mall, Jakarta, Senin ( 20/7 ).
Dia mengatakan ini ditunjukkan oleh beberapa indikator, antara lain modus dan latar belakang pengeboman. Bom bunuh diri, lanjutnya, bukan karakteristik bom di Indonesia.
“Ada karakteristik yang membuktikan Indonesia is a victim, teror bunuh diri is not Indonesian characteristic. Selain itu, jika dilihat pemikirannya, bukan dari Indonesia. Bom yang dilakukan bukan karena motif politik dan ekonomi. Pikiran itu dari luar, fanatisme,” tuturnya.
Jika benar teror ini dari luar, dia yakin teror ini akan terus berlangsung. Apalagi jika tidak ada ketegasan keamanan. Oleh karena itu, dia meminta agar kasus ini jangan digeneralisasi.
Dia juga mengingatkan kepada seluruh umat beragama, muslim khususnya, jihad itu bukanlah teror dan teror bukanlah jihad. Sebab, selama ini, jihad selalu diidentikkan dengan teror. Padahal, sambungnya, pengertiannya berbeda.
“Teror tidak sama dengan jihad. Indonesia juga tidak lahir dari kekerasan,” pungkasnya.
“Ke depan, begitu ada bom, tolong beritahu dulu, ini bukan dari agama. Teror is criminal, must be judge by the justice,” pungkasnya.
Ketua PB Nadlathul Ulama, Hasyim Muzadi, menyatakan teror bukanlah ajaran agama Islam ataupun agama lainnya. Teror yang dilakukan oleh teroris dinilai bukanlah mewakili agama yang dianutnya.
Menurut Hasyim, teror ini adalah suatu kesalahpahaman dan salah interpretasi terhadap ajaran agama. Karena kesalahan itu, lanjut Hasyim, maka ada penyalahgunaan agama. Karena itu, lanjut Hasyim, aksi terorisme hendaknya tidak ditafsirkan sebagai ajaran agama.
“Kalau ada orang Islam yang melakukan teror, itu bukan mewakili agamanya. Begitu pula orang Kristen,” ujar Hasyim yang juga menyampaikan rasa belasungkawa terhadap korban dan keluarga korban.
Hasyim pun meminta kepada semua pihak agar tidak mengaitkan teror dengan agama. Menurut Hasyim, tidak ada perbedaan terhadap agama di dunia terhadap terorisme. Hasyim juga memuji tindakan pemerintah Indonesia yang tetap menghadapi terorisme dengan hukum.
“Karena jika mengatasi teror dengan teror maka akan menghasilkan teror baru,” jelasnya.

Apakah kebanyakan Muslim adalah teroris?

Apakah kebanyakan Muslim adalah teroris?


goldbar

Lihat halaman ini dalam bahasa: Inggris (English), Bahasa Bulgaria - Български
Muslim man. Illustration copyrighted.
Dengan begitu banyak tindakan teroris yang dilakukan oleh orang yang menyebut diri mereka Muslim dalam kurun waktu 30 tahun terakhir, bisa dimengerti banyak non Muslim merasa bingung. Apakah kebanyakan Muslim teroris, atau teroris dalam latihan?
Airplane. Photo copyrighted.
Sahabat-sahabat kita di garis depan banyak mempunyai pengalaman dengan kaum Muslim. Mereka adalah kelompok Kristen Internasional yang percaya Alkitab dan telah bekerja bertahun-tahun dengan banyak Muslim di seluruh dunia. Dari pengalaman yang banyak itu, mereka melaporkan: "Kebanyakan Muslim adalah orang baik---Mayoritas Muslim adalah cinta damai dan ramah." (Untuk tambahan informasi, lihat "Kenapa Kristen mengasihi Muslim?" (in English) dan "Sebagai wanita Kristen, bagaimana saya bersahabat dengan wanita Muslim?" (in English))
Terry Madison, Presiden Open Doors wilayah Amerika Serikat, suatu Pelayanan Kristiani yang juga berhubungan dengan ribuan Muslim, berkata orang Kristen jangan beranggapan bahwa semua orang Arab adalah teroris. "Kebanyakan dari mereka bukan teroris; mereka menjadi korban dari sekelompok kecil kaum radikal. Bayangkan apa yang dialami orang Arab Amerika sekarang ini. Mereka menanggung rasa curiga dan kemarahan, frustrasi dan kebencian dari banyak warga negara Amerika. Jika kita menciptakan sikap permusuhan dengan orang Arab dan pengikut Islam, tidak mungkin kita bisa mengasihi mereka. Jika kita membenci mereka, tidak mungkin kita termotivasi memberitakan Injil kepada mereka." [September 12, 2001, Mission Network News]
Ekstremis Islam hanya terdiri dari suatu fraksi Muslim dunia, yang menjadi pusat perhatian karena terror yang mereka perbuat. Apakah fair menyamakan Kekristenan dengan penganut sekte “Kristen” yang mencemari ajaran Kristen yang sesungguhnya?, seperti Branch Davidians of Waco, Texas (David Koresh) atau Jim Jones dari The People's Temple?
Apakah Anda mengetahui kaum Muslim sering keliru menganggap filem-filem Madonna, MTV dan Hollywood sebagai “Kristen” hanya karena mereka datang dari Amerika, suatu negara Kristen? Kebanyakan orang Kristen terkejut ketika mereka mengetahui konsep yang salah seperti itu, demikian juga halnya tidaklah adil menyamakan kebanyakan dari kaum Muslim sebagai ekstremis atau teroris. Seperti kita, tetangga Muslim kita sering sama terkejutnya dengan tindakan kekerasan yang terjadi, namun mereka menjadi sasaran ancaman dan penyerangan setiap insiden terorisme membanjiri media yang ada.
Daripada bersikap marah terhadap kaum Muslim, orang Kristen seharusnya berada pada standar sikap yang tinggi, standar Kristus, yaitu mengasihi mereka. Dan dengan sikap mengasihi yang Anda tunjukkan, mereka boleh melihat Kristus tergambar dalam diri Anda dan bertemu secara pribadi dengan Yesus. Kendati tidak dilaporkan oleh media, ada bukti bahwa Allah bergerak diantara kaum Muslim dan menjamah mereka untuk datang kepada-Nya. Barangkali Allah telah memanggil Anda menjadi perantara-Nya mengemban misi damai dalam situasi seperti ini.

daftar perang

Daftar perang

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Ini adalah daftar perang berdasarkan Negara, Tanggal, Wilayah/Daerah dan Konflik :

Daftar isi

 [sembunyikan] 

[sunting] Negara

Negara terjadi perang antara tahun 1990 dan 2008

[sunting] Tanggal

[sunting] Era Yunani

[sunting] Era Romawi Kuno

[sunting] Zaman Pertengahan

[sunting] Zaman Pike and Shot

[sunting] Zaman Senapan

[sunting] Zaman Perang Dunia

[sunting] Zaman Perang Dingin

[sunting] Selepas Perang Dingin

[sunting] Peperangan yang masih berlaku

[sunting] Perang Khayalan

[sunting] Wilayah/Daerah

Lihat pula: Kategori: Daftar perang berdasarkan wilayah/daerah

[sunting] Jenis Konflik

Lihat pula: Kategori:Perang berdasarkan tipe
Lain-lain:

[sunting] Lihat pula

 

Alexa Site Info

Categories